Dream Out Loud : Dieng Corner (WIP)

1:24 AM

Bismillahirrahmanirrohim...
Sudah lama ingin menuliskan tentang perjalanan Dieng Corner 
Bermula di tahun 2011, saya waktu itu sedang BBM-an dengan seorang klien yang butuh dukungan untuk nga-ASI. lama cerita sampai suatu saat si Ibu mengomentari foto Display BBM saya. Kalau tidak salah waktu itu gambar ilustrasi avatoon.  Si Ibu punya anak sulung sangat suka menggambar, katanya nanti kalau pindah ke Sorowako si anak mau diajarin menggambar. Saya iyakan dengan senang hati. Jadinya saya dan Mikaila punya teman menggambar juga.


2012
Tahun 2012, si Ibu beneran pindah ke Sorowako  kita masih lanjut konsultasi ASI dan melanjutkan rencana kursus privat menggambar, Ayo-Kemon! Walaupun saat itu saya masih kerja senin-jumat kan ada off di hari sabtu dan minggu. Saya akan luangkan waktu di hari Sabtu pagi jam 10-12 siang. Dan pertemuan pertama waktu itu ada 5 anak lain (selain anak si Ibu) yang tertarik bergabung di kelas gambar perdana, mereka anak kelas 3 dan 4 SD. 

Kami mendapat ruang di kolong rumahnya, rumah panggung besar milik perusahaan yang letaknya di pinggir danau. Enak sekali pemandangan dan udaranya. Kami sepakat menamakan klub gambar kami "Kolong Asoka" karena terletak di jalan Asoka. Hampir setahun saya mengaar kursus lukis di Kolong Asoka. Sampai akhirnya anak-anak mulai berkenalan dengan cat, kuas ,kanvas dan easel. Murid mulai bertambah setiap pertemuan dan saya mulai kewalahan mengangkut perintilan melukis tadi. Soalnya saya sendiri dan mengajak serta Mikaila (saat itu 2tahun) jadinya kebayang setiap hari Sabtu pagi rempongnya mempersiapkan perlengkapan si Mikaila dan anak-anak kelas lukis. 

Saya bicarakan hal ini ke Ibu pemilik rumah Asoka, si Ibu mengerti kerepotanku dan keterbatasan serta mendukung ideku untuk membuka kelas di rumahku saja, padahal tempatnya belum ada di rumah jadi saya memikirkan untuk membuat kelas kecil sendiri di rumah. 

Juni 2013

Juni 2013, bertepatan dengan ulang tahunku, pak Suami memberi hadiah "modal" untuk merenov sebagian kecil teras untuk dijadikan kelas gambar. Awalnya tempat itu garasi motor dan tempat aneka pot bunga Bapak saya minta ijin akan memakai tempatnya dan bunga-bunganya bisa berjemur diluar pagar dulu. Resmi setelah kelasnya jadi dan kontrak kerja habis, saya memilih untuk tidak diperpanjang melainkan lebih serius mengelola kelas Lukis yang akhirnya saya beri nama Dieng Corner.

Dieng Corner, karena letaknya di jalan G. Dieng dan rumahku memang di pojok. Harapannya tempat yang tak seberapa besar ini bisa jadi tempat mojok yang asik dalam berkarya. Kapasitas hanya bisa menampung maksimal 10 anak. Jadi mohon maklum jika ada yang mau daftarkan anaknya tapi saya masukkan waiting list karena ya itu dia saya ingin anak-anak merasa nyaman saat menggambar. 

Sementara karena masih saya yang mengelola sendiri tanpa bantuan asisten jadinya murid yang daftar ada syaratnya : hobby gambar/kerajinan tangan, jadi saya tidak kesulitan membujuk-bujuk anak untuk mau ikut menggambar.

Setelah kelasnya pindah di Dieng Corner makin banyak anak yang bergabung, akhirnya saya buka kelas sore hari di hari selasa-jumat. kelasnya full 10 anak, pernah beberapa kali saya buka kelas di daerah Sumasang tapi memang saya jadi kerepotan sendiri karena belum menemukan asisten untuk membanti persiapan kelas lukis. Beberapa kali saya bikin kelas dan workshop saat ke Makassar. mungkin suatu saat saya akan buka kelas permanen di Makassar atau di kota lain, Aamiin :)

2016, Saya merasa harus melebarkan kelas. Anak-anak murid saya ada yang sejak awal buka masih ikut kelas saya. mereka bertumbuh dan kelaspun ikut tumbuh. Kebutuhan ruang mulai mempengaruhi kenyamanan saya yang harus berotasi di sekitaran anak-anak yang sedang melukis. Anak-anak sudah sering bersenggolan saat pegang kuas bercat :D

Bismillah, proses pindahan ke ruang lukis yang lebih besar mulai sementara berlangsung. Lagi-lagi saya minta ijin Mama dan Bapak untuk tukaran sama toko klontong sekaligus ruang jahit mamak. Semoga setelah ini kelas lukis menjadi lebih nyaman untuk anak-anak berkarya.

Dengan ruang yang lebih besar nanti akan ada pojokan buku, pojokan konsultasi ASI, perpustakaan yang isinya gendongan bayi dan ruangan bisa dipakai pertemuan kelas edukasi dan workshop-workshop lainnya. (sepertinya akan kembali jadi sempit deh)

work in progress nov 2016
Pasang Pintu 

work in progress nov 2016
Jendela kaca besar 
Sekian laporan progress Dieng Corner, semoga besok sudah bisa pindahan dan mulai menata kelas lukis yang lebih lega 
Saya masih ingin terus mewujudkan Dieng Corner seperti apa yang ada dalam mimpiku :)

Ucapan Terima Kasih kepada:
- Ibu Asti Irmanto yang selalu memberikan dukungan dan menjadikan Kolong Asoka kelas perdana kami 
- Buat pak Suami yang mendukung Istrinya resign
- Buat Bapak dan Mamak Aji yang rela warungnya digusur :D
- Orang tua yang memberikan kesempatan anaknya belajar di Dieng Corner
- Teman-teman kelas lukisku di DC

You Might Also Like

0 comments

DIENG CORNER

DIENG CORNER
Owner and Instructure of DIENG CORNER

followers