Pintu Harapan

12:27 AM

Pintu: Selamat datang…Selamat tinggal…

Hanya perbedaan dimana posisi kita berada, di depan pintu atau dibelakang pintu, mau kemana? Masuk atau keluar?

Bagaimana dengan pintu kebaikan, pintu maaf, pintu rejeki, pintu jodoh, pintu hati, pintu surga?

Bentuknya saja saya tidak tahu persis, kotak kah? Lengkung? Persegi? Setengah lingkaran? Atau berupa terowongan panjangkah? Atau seperti labirin-labirin pada sarang semut? Ada ruang apa setelah pintu-pintu abstrak tadi? Ada bilik-bilik apa sebelum pintu-pintu tadi? Dimana sekarang saya berdiri? Didepan atau dibelakang pintu-pintu abstrak tadikah?

Januari 2008, diawali dengan menuliskan sederetan daftar harapan-harapan yang baik-baik dan terbaik untuk tahun 2008 ini, sekalian mengecek ulang daftar harapan di tahun 2007 lalu, Rupanya masih banyak yang belum bisa tercapai, Harapannya sih semua yang baik-baik akan datang dan saya juga harus mempersiapkan diri untuk kehilangan sesuatu yang terbaik juga.

Tidak banyak yang bisa saya tuliskan di daftar tahun ini, entah apakah karena takut mengalami sakit bila diakhir tahun nanti saya masih menemukan ada salah satu atau beberapa dari daftar yang tidak dicentang pakai spidol merah. Membuat daftar harapan sebenarnya merupakan perkara yang sangat mudah, siapapun kita pasti akan mempunyai sedertan harapan-harapan baik yang ingin kita wujudkan, nah…tiba pada saat melaksanakannya tidaklah semudah menuliskan satu per satu huruf-huruf itu kemudian menjadi suata harapan yang baik dan dengan serta merta kita sudah menjalankannya.

Tidak ada salahnya menuliskan semua harapan-harapan kita yang baik-baik, bila seluruh alam meng-Amininya maka kita akan melewati pintu waktu untuk menuju pintu harapan kita terkabul. Setiap kita menginginkan yang baik dalam kehidupan ini, penjahat sekalipun…

Saya menuliskan harapan-harapan saya, Alhamdulillah sebagian besar terpenuhi, ketika harapan itu tidak terpenuhi saya menuliskan ulang ke daftar harapan saya di tahun berikutnya, begitu terus berulang-ulang…Menuliskan ulang harapan yang tidak terkabulkan bukannya tanpa beban, sejujurnya ada kekecewaan yang muncul, berpikir kembali…mungkin usahaku kurang berkah, atau kurang mendapat restu? Kembali koreksi diri…hal terberat.

Saya pernah berpikir, kenapa saya bisa ada di Sorowako kembali? Padahal selama 6 tahun saya kuliah dan sempat kerja di Makassar, pekerjaan juga bagus, tidak ada masalah, tetapi saya memutuskan meninggalkan pekerjaan saya dan kembali ke tanah kelahiranku di Sorowako, hal ini yang luput dari daftar tahunanku, saya tidak pernah menuliskan di deretan daftar keinginanku untuk keluar dari pekerjaan, pindah ke Sorowako dan menganggur *karena saya berpikir keluar dari pekerjaan dan mengangngur itu adalah suatu hal yang tidak bagus* Kenyataannya saya memilih keluar dari pekerjaan dan pindah ke Sorowako, dibandingkan dangan Makassar, Sorowako hanya merupakan kota kecil, tidak ada Mall, tidak ada laut, sedikit tempat wisata kuliner, akses internet juga sulit *jangan dibandingkan dengan Jepang*

Memasuki tahun 2008, saya tidak menambahkan apapun dari list harapan saya…Saya hanya menuliskan ulang daftar harapan saya dan membuat daftar baru lagi " yang saya miliki dan perlu disyukuri"

Pada saat itu saya telah membuka pintu saya, saya tidak tahu saya sedang menuju kemana, masuk ke labirin orang lain dan bertabrakan dengan semua orang yang juga sedang membuka pintu-pintu harapan mereka, kita dipertemukan melalui pintu-pintu harapan kita, Juga ketika saya sedang membuka pintu harapan saya malam ini, bertepatan saat ini juga kalian membuka pintu-pintu harapan kalian dan bertabrakan dengan pintu harapan saya, Selamat datang di Rumah Pohonku.

Selamat Tahun Baru 1429 Hijriah


 


 


 

You Might Also Like

1 comments

DIENG CORNER

DIENG CORNER
Owner and Instructure of DIENG CORNER

followers